PPK OP SDA III BWS Sumatera V Sebut Material Proyek Bencana Alam Bisa Dipasok di Lokasi Pekerjaan, Ketika Ditanya Landasan Hukumnya Malah Diam

PPK OP SDA III BWS Sumatera V Sebut Material Proyek Bencana Alam Bisa Dipasok di Lokasi Pekerjaan, Ketika Ditanya Landasan Hukumnya Malah Diam

Pesisir Selatan - PPK OP SDA III BWS Sumatera V, Ramadhatul Hidayat menyebut pengambilan material proyek berupa batu pasangan khususnya pada proyek bencana alam bisa diambil di lokasi pekerjaan.

Hal tersebut ia utarakan ketika menjawab pertanyaan jurnalis warta.co.id terkait rencana kontraktor perkuatan tebing Sungai Batang Kambang, PT Matahari Terbit yang akan menggunakan batu pasangan di lokasi pekerjaan tepatnya di Kampung Koto Pulai, Kabupaten Pesisir Selatan.

"Dari tim tanggap darurat pusat penggunaan material setempat, bukan didatangkan, " kata Ramadhatul melalui pesan WhatsApp beberapa waktu lalu. 

Ketika ditanya perihal landasan hukum yang membolehkan kegiatan itu, dia malah diam.

Hanya saja, ia menyebut bahwa kegiatan kontraktor di lokasi hingga saat ini belum dibayar, dan baru akan dibayar setelah dilakukan audit oleh pihak terkait.

Menurut informasi dari warga setempat, harga batu pasangan atau lebih familiar dengan sebutan batu mangga yang biasa digunakan untuk pasangan bronjong hanya sekitar Rp65 ribu per kubik.

Kegiatan PT Matahari Terbit telah berlangsung sejak 1 Mei 2021, dan hingga 3 Mei 2021 kegiatan masih fokus pada normalisasi badan sungai, dan selanjutnya secara bertahap akan melakukan perkuatan tebing dengan memasang bronjong.

Proyek bermula akibat banjir yang melanda Kecamatan Lengayang pada 8 Januari 2021, selain merendam banyak rumah bencana tersebut juga menyebabkan badan jalan di Koto Pulai ambles sehingga kegiatan perkuatan tebing diperlukan.

Semetara itu, warga setempat, Zulkifli Bagus, mempertanyakan kebijakan BWS Sumatera V yang membolehkan kontraktor untuk mengambil dan memanfaatkan material di lokasi proyek.

"Landasan hukumnya harus jelas, jangan asal diizinkan, karena jelas akan merugikan daerah terutama dalam hal raupan pajak, dan pasti berdampak pada lingkungan karena pengambilannya tanpa ada kajian teknis terlebih dahulu, " ungkapnya.***

BWS Sumatera V Proyek
SUMBAR

SUMBAR

Previous Article

Ketua KPU Pesisir Selatan Dijatuhkan Sanksi...

Next Article

Bermodal Alat Berat dan Rencana Menyumbang...

Related Posts

Peringkat

Profle

Nanang suryana saputra

Agung Setiyo

Agung Setiyo

Postingan Bulan ini: 9

Postingan Tahun ini: 9

Registered: Apr 11, 2021

Riyan Permana Putra

Riyan Permana Putra

Postingan Bulan ini: 8

Postingan Tahun ini: 29

Registered: Feb 26, 2021

Rikky Fermana

Rikky Fermana

Postingan Bulan ini: 8

Postingan Tahun ini: 11

Registered: May 8, 2021

Nisa

Nisa

Postingan Bulan ini: 6

Postingan Tahun ini: 135

Registered: Dec 21, 2020

Profle

Rikky Fermana

Nelayan Pangandaran Yang Hilang  Akibat Laka Laut Ditemukan TIM SAR
Innalillahi, Seluruh Keluarga Besar FPII Bukittinggi - Agam Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Ibunda Pimred Banua Minang
Ketua KNPI Barru Soroti Dampak Lingkungan PT Bomar
Ke Masjid Masih Gunakan Senter, Masyarakat Nagari Aro Kandikia di  Kabupaten Agam Butuh Perhatian Pemerintah

Follow Us

Recommended Posts

Takut Informasi Anggaran Bocor, Proyek P3ATGAI di Kambang Timur Dikerjakan Tanpa Papan Informasi, Kepala Kampung Disebut Sebagai Ketua P3A
Ke Masjid Masih Gunakan Senter, Masyarakat Nagari Aro Kandikia di  Kabupaten Agam Butuh Perhatian Pemerintah
Kapolsek Tilatang Kamang Rommy Hendra Pimpin Langsung Penyemprotan Disfektan di Gadut
Polres Bukittinggi Lakukan  Penyemprotan Untuk Antisipasi Penyebaran Covid 19
Innalillahi, Seluruh Keluarga Besar FPII Bukittinggi - Agam Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Ibunda Pimred Banua Minang

Random Posts